Sunday, 3 July 2016

CERPEN : HARTA TAHTA DAN REALITA (Part 1)

Harta Tahta & Realita  part 1

Penulis cerita : Rizky
Dibuat               : 1 July 2016


Cerita ini mengenai judul diatas akan membuat kita semua bertanya apa inti dari cerita ini dan apa makna yang diberada didalamnya. ini dimulai dari kisah 5 Sahabat yang hidup disebuah kampung di pinggiran kota besar. Mari kita mengenal  tokoh didalam cerita ini. Yang pertama ada Jay alias Jayakusuma anak orang kaya yang ada dikampung itu, ayahnya seorang pemilik perusahaan yang bergerak dibidang ekspor batubara. Ayah jay dikenal sibuk bahkan jay dan ibunya sering ditinggal keluar kota urusan bisnis walaupun jay tahu ayahnya sering selingkuh dengan wanita lain jika sedang dinas keluar kota. Jay adalah pribadi yang pendiam, baik dan suka menolong temannya.
Kemuadian Tokoh yang kedua dan ketiga ada dua bersaudara Gilang dan Galang. Kehidupan saudara kembar ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dialami Jay, mereka berdua hidup dengan likungan keluarga yang keras ayah gilang dan galang adalah pemabuk berat tidak heran jika habis pulang mabuk ayah gilang dan galang sering memukul mereka berdua tanpa sebab bahkan sang kakak gilang pernah dipukuli hampir mati oleh ayahnya ketika membela ibunya yang sedang dipukuli juga oleh ayahnya. Tidak heran ketika diluar rumah perilaku dua saudara kembar ini jadi urakan, serta suka berkelahi. Sisi positifnya dari gilang dan galang mereka setia kawan dan mempunyai bakat bermusik yang luar biasa yang turun dari ayahnya yang merupakan pianis handal dikota.
Peran atau tokoh keempat diambil oleh Andri seorang kutu buku dengan kacamata tebal yang selalu menemaninya kemana saja. Kehidupan andri standart saja pergi sekolah, pulang sekolah belajar malam dan tidur tepat waktu. Kedua orang tau andri sendiri adalah pedagang sayuran dipasar. Dan tokoh terakhir dalam cerita ini adalah Jamila atau nama panjangnya agni jamilatul gadis tomboy dengan dengan segudang prestasi non akademik dibidang olahraga. Jamila hidup dari keluarga yang bisa dibilang cukup Ayahnya guru dan ibunya hanya ibu rumah tangga dengan keterbatasan fisik bisu tapi jamila sangat sayang dengan ibunya. Dikarenkan ayah jamila guru jadi untuk urusan pendidikan nomor satu dikeluarganya.
Kisah lima sahabat ini bermula dari SD (Sekolah Dasar) yang ada didekat kampung mereka. Kebetulan mereka berada dalam satu kelas yang sama dari mulai kelas satu sampai enam. Sebetulnya mereka berkumpul bersama dikarenakan mereka menjadi bahan bully disekolahnya. Dengan latar belakang keluarga mereka yang dianggap teman-temanya aneh sehingga semaki sering mereka dibuly semakin sering mereka merasakan kebersamaan. Contoh saja ketika ibu dari jamila dihina karena bisu oleh Hendrik anak orang kaya saat itu Hendrik bilang ke jamila 
Hey bisu , ngomong dong jangan diem aja!”Kata hendrik. “siapa yang kau bilang bisu ?” Balas Jamila. 
Dengan perkataan itu Jamila tidak terima karena dia merasa orang tuanya telah dilecehkan oleh temannya itu. Beranjak dari kursi jamila hendak memukul hendrik namun jamilah sudah dihadang teman-teman hendrik dan didorong sehingga kepala jamila terbentur tembok dan mengeluarkan darah.
Melihat perlakuan itu hati Gilang dan Galang bergerak dikarenakan mereka tidak suka jika ada seorang laki-laki memukul perempuan seperti yang dilakukan ayahnya ke ibunya ketika sedang mabuk. Sang Kakak Gilang berteriak dari mejanya sambil mengacung tangannya kearah hendrik sambil berteriak kata kasar.
 “Woy Bangsat, jangan berbuat kasar sama wanita” Kata Gilang
 Dia langsung berlari dari mejanya mengejar hendrik dan langsung memukulnya namun karena Gilang sendri dia dihajar pukulan dari belakang oleh teman-teman hendrik. Melihat kakanya dipukuli dari belakang Galang tidak terima dan ikut serta dalam perkelahian itu. Karena suasana kelas sudah gaduh diam-diam Andri berlari keruang guru untuk meminta tolong ibu guru untuk membubarkan acara tidak jelas dikelas tadi. Jay yang pendiam dan penyabar mencoba memisahkan teman-temannya dikelas yang sedang berkelahi, Tapi sulit karena dari kedua belah pihak tidak ada satupun yang mau berhenti berkelahi.
Tidak lama berselang suara pintu yang terbuka dan teriakan dari seorang ibu guru membuat semua aksi gila itu berhenti. 
“Apa-apaan ini? Kalian Mau jadi preman?Hentikan!!”teriak BuGuru.  
Akhirnya pergulatan didalam kelas berhenti siswa-siswa yang terlibat dihukum dijemur di tiang bendera seharian kemudian orang tua mereka dipanggil. Karena orang tua hendrik adalah penyumbang atau donatur tetap sekolah hendrik lolos dari hukuman. Dari rasa solidaritas yang mungkin tidak pas caranya itulah kelima sahabat ini tubuh dewasa secara bersama-sama dengan karakter mereka masing-masing hingga mereka ada dalam satu sekolah SMA yang sama yaitu SMA Yayasan Anak Bangsa.
Jay di SMA populer karena dia dikenal teman-temannya sebagai anak yang baik, tekun ibadah dengan dilengkapi parasnya yang tampan sekaligus ketua OSIS hati wanita mana yang tidak jatuh hati padanya. Gilang dan Galang jadi anak band di SMA mereka yang dikenal urakan dan suka main fisik dari pada pake otak setiap menyelesaikan masalah. Mereka sering sekali berkelahi dengan teman-temannya yang ada disekolah bahkan nama mereka sudah terkenal dikalangan anak SMA dikota itu karena mereka sering sekali membuat onar. Bahkan pernah mereka berdua berkelahi dengan teman bandnya diatas panggung pada saat acara pensi alhasil sering sekali mereka gonta-ganti nama band atau karena mereka berdua yang dikeluarkan dari bandnya. Andri, untuk tokoh yang satu ini masih tetap dengan kutu bukunya serta semakin gila dalam melakukan eksperimen-eksperimen tentang ilmunya sehingga sering sekali andri dianggap anak yang aneh oleh teman-temannya. Sedangkan jamila tumbuh menjadi anak gadis tomboy cantik yang jago taekwondo jamila dengan alasan sepele untuk menghajar orang yang berani menghina ibunya.
Setiap harinya mereka selalu berkumpul dibawah pohon besar dekat sekolah disitulah mereka selalu menemukan ide-ide baru yang bisa bermanfaat untuk mereka berlima dan orang-orang sekitar mereka. Jam sekolah menunjukan pukul 13.45 Wib itu tandanya bel sekolah berakhir Galang dan Gilang keluar dari kelas sambil berteriak memanggil Jay. 
“JAY!! Woy tunggu brow, gila loe cepet banget jalannya” kata Galang dan Gilang. Jay hanya tersenyum khasnya yang bisa membuat wanita bergetar hatinya. “Broo, ngomong-ngomong kemana nie Andri sama mila ? Tanya Galang. “Tuh, Mereka berdua lagi makan es cendol kang Yayat”Terang Jay.
Gimana nie jadi kepantiasuhan Ceria Dalam Surga Gak ? Tanya Andri
“Ya jadilah, gua kan sudah bawa nie dana hasil sumbangan suka rela temen-temen”; jawab jay.
“loe bisa ikut kan mil?  soalnya kalo gak ada loe disisiku terasa hampa dunia ini wahai gadis tomboy nan ayu”. Goda Gilang pada Jamila.
“Ehmmm mulai lagi nie ? Minta kaki kiri apa kanan loe Gil ! jawab Jamila”
“Ayo oda jangan buang waktu deh keburu sore aku bisa habis dimarahin Bapakku nanti”GerutuAndrie.(LogatJawa)

Akhirnya kelima sahabat ini bergegas menuju panti asuhan Ceria Dalam Surga untuk menyerahkan uang sumbangan yang sudah didapat dari acara amal yang mereka berlima adain minggu lalu. Dijalan Gilang sering sekali menjodoh-jodohkan jay dengan mila, sehingga membuat jay tersipu malu saat menatap melihat mila. Maklum saja jay sudah lama sekali menaruh hati sama jamila sejak SMP bahkan namun jay takut mengungkapkan perasaanya karena takut akan merusak persahabatan mereka berlima jika ada cinta didalamnya. Dan sampai sekarang Jay hanya bisa menghayal berpacaran dengan mila.

“Woy tuh pantiasuhannya? kataAndri
“Iya ,”jawabMila
Tiba-tiba Gilang berkata “Mampus Nie Gua! Gal Kayaknya bakal babak belur lagi nie  kita lang!
Jay bertanya “apaan sih kalian berdua” ?
“Loe gak lia jay ? tuh ada anak STM yang kemarin kita berdua gebukin gara-gara masalah dia numpahin es kelapa muda ke baju gua”. Jawab Gilang.

Kemudian dari arah berlawanan  berdatangan sekitar 15 orang yang sudah siap balas dendam buat ngegebukin Gilang sama Galang. Terdengar terikan dari tengah gerombolan  
“Woy Anjing! Mau kemana loe” Teriaknya. 

Tanpa pikir panjang Gialng dan Galang lari sambil meminta teman-temannya untuk menuju kepantiasuhan dulu. 
Kalian bertiga kesana dulu nanti kita nyusul” kata Galang. 

Dikejarlah galang dan gilang sama anak-anak STM tadi sampai Jay, Mila dan andri bingung. Hanya memandang ketika kedua saudara itu lari dikejar anak STM. Akhirnya mereka bertiga langsung menuju kepantiasuhan. Setelah dana sumbang diserahkan belum nampak wajah gilang dan galang dihadapan mereka bertiga dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
Gilang dan galang sampai dirumah pukul 20.30 Wib dengan keadaan luka lebam pada wajah mereka disertai oleh baju osis mereka yang sobek dan sangat kotor. Nampaknya gilang dan galang sudah siap dengan hukuman apapun yang akan mereka terima nanti yang diberikan ayahnya. Nampaklah didepan pintu wajah ayah mereka berdua dengan bambu ditangan.
Dari mana kalian ? Tahu ini jam berapa ? kalian tahu konsekuensi dari ulah kalian ini kan?”kata ayah gilang dan galang.
“kami siap kok yah silahkan pukul kami bagian mana saja seperti yang sering ayah lakukan pada kami berdua”. Jawab galang
Galang memang sangat benci oleh ayahnya karena dari kecil galang sudah disuguhkan pukulan-pukulan ayahnya yg diarahkan ke ibunya. Kemudian terdengar suara ibu mereka berdua yang terdengar mohon ampun supaya gilang dan galang tidak dipukilin lagi.
“Sudah mas,,,sudah mas,...” kata ibu Galang dan Gilang sambil memegangi tangan suaminya yang sedang menggenggam bambu rotan.
Ayah gilang melihat wajah ibunya sambil berkata kepada mereka berdua
 “beruntung kalian berdua ada wanita tidak berguna ini yang memohon ampun buat kalian berdua! Kalo tidak sudah aku tambah luka lebam diwajah kalian berdua” Teriak Ayah Gilang Galang sambil masuk kedalam rumah.
Kemudian galang dan gilang masuk kedalam rumah sambil didampingi ibunya. Setelah duduk dikursi ruang tengah ibu kedua saudara ini bertanya.
“ Kalian berdua dari mana saja? Ibu sudah khawatir dengan kalian ? mbok jangan membuat masalah dengan ayahmu dia orangnya kejam kan kalian tahu sendiri! Sambil mengobati luka diwajah gilang.
“Ibu kenapa sih gak pergi aja dari ayah? Teriak galang
“apa maksudmu?” jawab ibu
“Cerai bu, maksud galang” imbuh Gilang
“Ibu sayang sama kalian makanya ibu tidak akan pergi dari ayah kalian itu saja jawaban ibu”kata ibu
“Aku gak pernah paham jalan pikiran ibu!, mau aja disiksa orang gila macam itu!! Kata galang sambil membanting handuk untuk mengompres lukannya sambil pergi kekamarnya.
“Sudah gilang,,, makan sana sambil ajak adikmu  yang sedang marah itu!”Suruh ibu.
“Iya bu” jawab Gilang.
Sungguh menyimpan rahasia yang sangat dalam ibu galang dan gilang yang tidak ingin anak-anaknya itu tahu yang sesungguhnya tentang siapa ibunya dan siapa ayahnya. Dari mana masalah awal kenapa ayahnya begitu kejam menyiksa mereka berdua dengan pukulan.
Kesokan harinya kelima sahabat itu memulai aktifitas seperti biasa sekolah. Setelah istirahat mereka bersepakat untuk ketemuan dikantin bakso sekolah.
“Mas Bakso lima ya , yang dua ndak diberi sambal”kata andri.
“Beres mas andri” kata penjual bakso
“Jay mana ya kok belum dateng sih ? loe liat pada liat kagak? “tanya mila
“sweeeetttt! ada yang kangen nie ?sahut gilang
“Nah Tuh dia, woy jay sebelah sini !” teriak galang
“hay temen-temen ? lama ya nungguin gua? Tanya jay
“gak sih ? cuman ada yang kangen ama loe jay?goda gilang
“Bisa diem gak loe gil ?” kata mila sambil marah
“eh gue ada rencana nih temen-temen? Kita kan bentar lagi mau lulusan gimana kalo kita bikin sesuatu yang berbeda dalam hidup kita “ kata jay
“mau ngapain jay?” tanya mila
Diskusi mereka diwarung bakso itu berlangsung seru mereka merencanakan banyak hal mengenai rencana sebelum mereka meninggalkan sekolah atau lulus, mereka ingin membuat sesuatu yang bisa membuat sekolah dan orang tua mereka bangga. Akhirnya disepakati mereka akan mengadakan malam penggalangan dana besar-besaran untuk disumbangkan kepada 20 panti asuhan yang tersebara dipenjuru kota. Acara itu nantinya akan diisi oleh acara musik , bazar, dll.
Mereka dijalan terus saja mendiskusikan recana besar itu hingga akhirnya mereka menuju kerumah mereka masing-masing. Jay sampai dirumah mendengar suara yang tidak biasa buatnya ternyata ayah dan ibunya sedang bertengkar karena ayah jay telah menghamili wanita yang selama ini jadi selingkuhannya. Mendengar semua itu jay sontak terkaget dan shock berat dia seolah tidak percaya kenapa tuhan kirimkan cobaan begitu besar untuknya. Dia duduk disamping rumah sambil terus menutupi telinganya karena tidak tahan mendengar kata- kata kasar yang keluar dari kedua orang tuanya.
Sambil berjalan gontai jay menuju kerumah andri untuk menumpng nginap semalam karena jay tidak tahan harus mendengar kabar yang begitu berat menimpa keluarganya.
“assalamualaikum..tok tok”sambil mengetuk pintu rumah andri
“Walaikumsalam..eh kamu jay” ibunya andri menyapa jay
“maaf bu, andri nya ada?” tanya jay
“iya ada,,ndri kie ana jay ! tunggu bentar ya jay?” kata ibu jay
“woy brow? Ada apa nie malam-malam kerumahku?”tanya andri
“Gue tidur rumah loe ya malam ini, entar gue ceritain apa yang terjadi sama gue?”Jawab jay.
“ya oda masuk jay, sementara loe pake baju aku dulu ya? Agak kegedean mungkin jay ,hahaha”canda andri
“iya gpp ndri, gua oda dikasih nginep sini juga oda seneng banget kok”Jawab jay.
Malam itu menjadi malam yang terasa panjang buat Jay karena dia sudah berfikir  akan seperti apa bentuk keluarganya yang sudah tidak mungkin lagi diselamatkan. Ini mungkin salah ayah jay juga karena ayah jay terkenal flamboyan dan playboy juga ketika muda karena ayah jay berparas tampan sangat mirip sekali dengan jay. Yang membedakan jay hanya cara keduanya bersikap.
Pagi sudah menampakan sinarnya, nampaknya jam pun sudah menunjukan pukul 08.00 Wib pagi. Hari minggu pagi yang cerah Jay mendengar seperti ada suara wanita menangis diruang tamu keluarga andri, jaya sangat mengenal suara itu dan Jay beranikan keluar dari kamar untuk menemui ibunya.
“Jay ,...” Panggil Ibu.
“iya bu..” jawab jay.
“ayo pulang nak, ibu bisa jelaskan semua ini nak?”bujuk ibu jay
“apa yang bisa dijelaskan , sudah jelas-jelas keluarga kita akan hancur bu,,
Ibu sadarkan? “tanya jay.
Ibu jay hanya bisa menangis tidak bisa berkata apa-apa saat itu yang dirasakan ibu jay adalah sakit yang mendalam karena dikhianati oleh suaminya dan disaat bersamaan sang anak tidak bisa diajak bicara dengan tenang. Dengan bujukan dari keluarga andri jay akhirnya mau ikut pulang dengan ibunya.


Lima hari berlalu setelah kejadian itu jay seperti menutup diri dari lingkungan sekitar termasuk dari keempat sahabatnya kegiatan jay hanya mengurung diri didalam kamar dan tidak mau berangkat kesekolah karena yang jay rasakan hidupnya sudah hancur dengan kejadian itu. Kemuadian Galang dan Gilang berinisiatif untuk pergi kerumah jay.
“Jay keluar loe, jangan kayak banci dong!” Teriak Galang dari depan rumah jay.
“Woy Banci keluar loe sini biar gua telanjangi loe !” imbuh Gilang.
Mendengar perkataan dari sahabatnya itu jay merasa terusik dia akhinya keluar dari persembunyiannya membuka pintu dan langsung mengarahkan pukulan ke arah Galang hingga galang tersungkur ketanah. Masih dengan pandangan sadis dia memandang galang.
“Wuiiihhhh hebat nie si banci oda berani mukul gua,,!” kata Galang sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya akibat  dipukul jay.
“Woy banci pukul gua juga sini,.. biar loe puas! dan ngelupain kelakuan bejat bapak loe” Kata Gilang.
“Woy bangsat itu bapak gua kalo ngomong yang bener!!!;teriak Jay.
“Sini maju loe, “sambil gilang meletakan tasnya dan bersiap menerima pukulan dari jay.
Keduanya pun terlibat perkelahian serius hingga datanglah mila yang saat itu memang bertujuan nyusul gilang dan galang kerumah jay.
“Woy apa-apaan ini”teriak mila sambil menarik kaos jay.
“Biarin aja mil, jay lagi mencoba jadi kita berdua yang selalu menyelesaikan masalah menggunakan otot dari pada otak”kata Gilang.
“Loe kenapa jadi kayak gini sih jay? Gua gak nyaka loe bisa kayak gini? Mana jay yang gua kenal berfikir tenang yang selalu mengedepankan otak dari pada otot? Kata Mila bersuara keras kepada jay.
“Kalian gak tau apa yang gua rasain !!! kalian gak mengalaminya!! Kalian Cuma bisa nyuruh gua tenang!!!!! “Teriak Jay kepada teman-temannya.
“hey jay loe itu Cuma kehilangan orang yang gak penting dalam hidup loe, loe masih punya orang-orang yang sayang sama loe , ada gua, galang, mila, dan andri,,, yang lebih utama lagi loe masih punya ibu loe Bangsat!! Loe gak kasian liat dia nangis terus!!!Kata Gilang.
Jay terdiam memandang dari kejauhan ibunya yang menangis karena melihat tingkah jay yang berubah 180 derajat. Dari anak baik sopan menjadi anak yang kasar dan tidak segan membentak ibunya. Jay akhirnya bisa menerima keadaan yang telah menimpanya dan mau mendengar masukan masukan dari teman-temannya. Malam itu dirumah jay berubah menjadi penuh senyum dan tawa karena pada akhirnya jay harus bangkit dan tidak bisa terus menerus larut yang sebetulnya itu bukan hal yang bisa menghambat mimpinya.
(Bersambung...)

No comments:

Post a Comment