Harta
Tahta & Realita part 1
Penulis
cerita : Rizky
Dibuat
:
1 July 2016
Cerita
ini mengenai judul diatas akan membuat kita semua bertanya apa inti dari cerita
ini dan apa makna yang diberada didalamnya. ini dimulai dari kisah 5 Sahabat yang
hidup disebuah kampung di pinggiran kota besar. Mari kita mengenal tokoh didalam cerita ini. Yang pertama ada Jay
alias Jayakusuma anak orang kaya yang ada dikampung itu, ayahnya seorang
pemilik perusahaan yang bergerak dibidang ekspor batubara. Ayah jay dikenal
sibuk bahkan jay dan ibunya sering ditinggal keluar kota urusan bisnis walaupun
jay tahu ayahnya sering selingkuh dengan wanita lain jika sedang dinas keluar
kota. Jay adalah pribadi yang pendiam, baik dan suka menolong temannya.
Kemuadian
Tokoh yang kedua dan ketiga ada dua bersaudara Gilang dan Galang. Kehidupan
saudara kembar ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dialami Jay, mereka
berdua hidup dengan likungan keluarga yang keras ayah gilang dan galang adalah
pemabuk berat tidak heran jika habis pulang mabuk ayah gilang dan galang sering
memukul mereka berdua tanpa sebab bahkan sang kakak gilang pernah dipukuli
hampir mati oleh ayahnya ketika membela ibunya yang sedang dipukuli juga oleh
ayahnya. Tidak heran ketika diluar rumah perilaku dua saudara kembar ini jadi
urakan, serta suka berkelahi. Sisi positifnya dari gilang dan galang mereka setia
kawan dan mempunyai bakat bermusik yang luar biasa yang turun dari ayahnya yang
merupakan pianis handal dikota.
Peran
atau tokoh keempat diambil oleh Andri seorang kutu buku dengan kacamata tebal
yang selalu menemaninya kemana saja. Kehidupan andri standart saja pergi
sekolah, pulang sekolah belajar malam dan tidur tepat waktu. Kedua orang tau
andri sendiri adalah pedagang sayuran dipasar. Dan tokoh terakhir dalam cerita
ini adalah Jamila atau nama panjangnya agni jamilatul gadis tomboy dengan
dengan segudang prestasi non akademik dibidang olahraga. Jamila hidup dari
keluarga yang bisa dibilang cukup Ayahnya guru dan ibunya hanya ibu rumah
tangga dengan keterbatasan fisik bisu tapi jamila sangat sayang dengan ibunya.
Dikarenkan ayah jamila guru jadi untuk urusan pendidikan nomor satu
dikeluarganya.
Kisah
lima sahabat ini bermula dari SD (Sekolah Dasar) yang ada didekat kampung
mereka. Kebetulan mereka berada dalam satu kelas yang sama dari mulai kelas
satu sampai enam. Sebetulnya mereka berkumpul bersama dikarenakan mereka
menjadi bahan bully disekolahnya. Dengan latar belakang keluarga mereka yang
dianggap teman-temanya aneh sehingga semaki sering mereka dibuly semakin sering
mereka merasakan kebersamaan. Contoh saja ketika ibu dari jamila dihina karena
bisu oleh Hendrik anak orang kaya saat itu Hendrik bilang ke jamila
“ Hey
bisu , ngomong dong jangan diem aja!”Kata hendrik. “siapa
yang kau bilang bisu ?” Balas Jamila.
Dengan perkataan itu Jamila tidak
terima karena dia merasa orang tuanya telah dilecehkan oleh temannya itu.
Beranjak dari kursi jamila hendak memukul hendrik namun jamilah sudah dihadang
teman-teman hendrik dan didorong sehingga kepala jamila terbentur tembok dan
mengeluarkan darah.
Melihat
perlakuan itu hati Gilang dan Galang bergerak dikarenakan mereka tidak suka
jika ada seorang laki-laki memukul perempuan seperti yang dilakukan ayahnya ke
ibunya ketika sedang mabuk. Sang Kakak Gilang berteriak dari mejanya sambil
mengacung tangannya kearah hendrik sambil berteriak kata kasar.
“Woy
Bangsat, jangan berbuat kasar sama wanita” Kata Gilang.
Dia langsung
berlari dari mejanya mengejar hendrik dan langsung memukulnya namun karena
Gilang sendri dia dihajar pukulan dari belakang oleh teman-teman hendrik.
Melihat kakanya dipukuli dari belakang Galang tidak terima dan ikut serta dalam
perkelahian itu. Karena suasana kelas sudah gaduh diam-diam Andri berlari
keruang guru untuk meminta tolong ibu guru untuk membubarkan acara tidak jelas
dikelas tadi. Jay yang pendiam dan penyabar mencoba memisahkan teman-temannya
dikelas yang sedang berkelahi, Tapi sulit karena dari kedua belah pihak tidak
ada satupun yang mau berhenti berkelahi.
Tidak
lama berselang suara pintu yang terbuka dan teriakan dari seorang ibu guru
membuat semua aksi gila itu berhenti.
“Apa-apaan ini? Kalian Mau jadi
preman?Hentikan!!”teriak BuGuru.
Akhirnya pergulatan didalam kelas
berhenti siswa-siswa yang terlibat dihukum dijemur di tiang bendera seharian
kemudian orang tua mereka dipanggil. Karena orang tua hendrik adalah penyumbang
atau donatur tetap sekolah hendrik lolos dari hukuman. Dari rasa solidaritas
yang mungkin tidak pas caranya itulah kelima sahabat ini tubuh dewasa secara
bersama-sama dengan karakter mereka masing-masing hingga mereka ada dalam satu
sekolah SMA yang sama yaitu SMA Yayasan Anak Bangsa.
Jay
di SMA populer karena dia dikenal teman-temannya sebagai anak yang baik, tekun
ibadah dengan dilengkapi parasnya yang tampan sekaligus ketua OSIS hati wanita
mana yang tidak jatuh hati padanya. Gilang dan Galang jadi anak band di SMA
mereka yang dikenal urakan dan suka main fisik dari pada pake otak setiap
menyelesaikan masalah. Mereka sering sekali berkelahi dengan teman-temannya
yang ada disekolah bahkan nama mereka sudah terkenal dikalangan anak SMA dikota
itu karena mereka sering sekali membuat onar. Bahkan pernah mereka berdua
berkelahi dengan teman bandnya diatas panggung pada saat acara pensi alhasil
sering sekali mereka gonta-ganti nama band atau karena mereka berdua yang
dikeluarkan dari bandnya. Andri, untuk tokoh yang satu ini masih tetap dengan
kutu bukunya serta semakin gila dalam melakukan eksperimen-eksperimen tentang
ilmunya sehingga sering sekali andri dianggap anak yang aneh oleh
teman-temannya. Sedangkan jamila tumbuh menjadi anak gadis tomboy cantik yang
jago taekwondo jamila dengan alasan sepele untuk menghajar orang yang berani
menghina ibunya.
Setiap
harinya mereka selalu berkumpul dibawah pohon besar dekat sekolah disitulah
mereka selalu menemukan ide-ide baru yang bisa bermanfaat untuk mereka berlima
dan orang-orang sekitar mereka. Jam sekolah menunjukan pukul 13.45 Wib itu
tandanya bel sekolah berakhir Galang dan Gilang keluar dari kelas sambil
berteriak memanggil Jay.
“JAY!! Woy tunggu brow, gila loe cepet
banget jalannya” kata Galang dan Gilang. Jay hanya tersenyum khasnya
yang bisa membuat wanita bergetar hatinya. “Broo, ngomong-ngomong kemana nie Andri sama
mila ? Tanya Galang. “Tuh, Mereka berdua lagi makan es cendol kang Yayat”Terang
Jay.
Gimana
nie jadi kepantiasuhan Ceria Dalam Surga Gak ? Tanya Andri
“Ya
jadilah, gua kan sudah bawa nie dana hasil sumbangan suka rela temen-temen”; jawab
jay.
“loe
bisa ikut kan mil? soalnya kalo gak ada
loe disisiku terasa hampa dunia ini wahai gadis tomboy nan ayu”. Goda Gilang
pada Jamila.
“Ehmmm
mulai lagi nie ? Minta kaki kiri apa kanan loe Gil ! jawab Jamila”
“Ayo
oda jangan buang waktu deh keburu sore aku bisa habis dimarahin Bapakku
nanti”GerutuAndrie.(LogatJawa)
Akhirnya
kelima sahabat ini bergegas menuju panti asuhan Ceria Dalam Surga untuk
menyerahkan uang sumbangan yang sudah didapat dari acara amal yang mereka
berlima adain minggu lalu. Dijalan Gilang sering sekali menjodoh-jodohkan jay
dengan mila, sehingga membuat jay tersipu malu saat menatap melihat mila.
Maklum saja jay sudah lama sekali menaruh hati sama jamila sejak SMP bahkan
namun jay takut mengungkapkan perasaanya karena takut akan merusak persahabatan
mereka berlima jika ada cinta didalamnya. Dan sampai sekarang Jay hanya bisa
menghayal berpacaran dengan mila.
“Woy
tuh pantiasuhannya? kataAndri
“Iya
,”jawabMila
Tiba-tiba
Gilang berkata “Mampus Nie Gua! Gal Kayaknya bakal babak belur lagi nie kita lang!
Jay
bertanya “apaan sih kalian berdua” ?
“Loe
gak lia jay ? tuh ada anak STM yang kemarin kita berdua gebukin gara-gara
masalah dia numpahin es kelapa muda ke baju gua”. Jawab Gilang.
Kemudian
dari arah berlawanan berdatangan sekitar
15 orang yang sudah siap balas dendam buat ngegebukin Gilang sama Galang.
Terdengar terikan dari tengah gerombolan
“Woy Anjing! Mau kemana loe”
Teriaknya.
Tanpa pikir panjang Gialng dan Galang lari sambil meminta
teman-temannya untuk menuju kepantiasuhan dulu.
“Kalian bertiga kesana dulu nanti
kita nyusul” kata Galang.
Dikejarlah
galang dan gilang sama anak-anak STM tadi sampai Jay, Mila dan andri bingung.
Hanya memandang ketika kedua saudara itu lari dikejar anak STM. Akhirnya mereka
bertiga langsung menuju kepantiasuhan. Setelah dana sumbang diserahkan belum
nampak wajah gilang dan galang dihadapan mereka bertiga dan akhirnya mereka
memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
Gilang
dan galang sampai dirumah pukul 20.30 Wib dengan keadaan luka lebam pada wajah
mereka disertai oleh baju osis mereka yang sobek dan sangat kotor. Nampaknya
gilang dan galang sudah siap dengan hukuman apapun yang akan mereka terima nanti
yang diberikan ayahnya. Nampaklah didepan pintu wajah ayah mereka berdua dengan
bambu ditangan.
“Dari
mana kalian ? Tahu ini jam berapa ? kalian tahu konsekuensi dari ulah kalian
ini kan?”kata ayah gilang dan galang.
“kami
siap kok yah silahkan pukul kami bagian mana saja seperti yang sering ayah
lakukan pada kami berdua”. Jawab galang
Galang
memang sangat benci oleh ayahnya karena dari kecil galang sudah disuguhkan pukulan-pukulan
ayahnya yg diarahkan ke ibunya. Kemudian terdengar suara ibu mereka berdua yang
terdengar mohon ampun supaya gilang dan galang tidak dipukilin lagi.
“Sudah
mas,,,sudah mas,...” kata ibu Galang dan Gilang sambil memegangi tangan
suaminya yang sedang menggenggam bambu rotan.
Ayah
gilang melihat wajah ibunya sambil berkata kepada mereka berdua
“beruntung kalian berdua ada wanita tidak
berguna ini yang memohon ampun buat kalian berdua! Kalo tidak sudah aku tambah
luka lebam diwajah kalian berdua” Teriak Ayah Gilang Galang sambil masuk
kedalam rumah.
Kemudian
galang dan gilang masuk kedalam rumah sambil didampingi ibunya. Setelah duduk
dikursi ruang tengah ibu kedua saudara ini bertanya.
“
Kalian berdua dari mana saja? Ibu sudah khawatir dengan kalian ? mbok jangan
membuat masalah dengan ayahmu dia orangnya kejam kan kalian tahu sendiri!
Sambil mengobati luka diwajah gilang.
“Ibu
kenapa sih gak pergi aja dari ayah? Teriak galang
“apa
maksudmu?” jawab ibu
“Cerai
bu, maksud galang” imbuh Gilang
“Ibu
sayang sama kalian makanya ibu tidak akan pergi dari ayah kalian itu saja
jawaban ibu”kata ibu
“Aku
gak pernah paham jalan pikiran ibu!, mau aja disiksa orang gila macam itu!!
Kata galang sambil membanting handuk untuk mengompres lukannya sambil pergi
kekamarnya.
“Sudah
gilang,,, makan sana sambil ajak adikmu
yang sedang marah itu!”Suruh ibu.
“Iya
bu” jawab Gilang.
Sungguh
menyimpan rahasia yang sangat dalam ibu galang dan gilang yang tidak ingin
anak-anaknya itu tahu yang sesungguhnya tentang siapa ibunya dan siapa ayahnya.
Dari mana masalah awal kenapa ayahnya begitu kejam menyiksa mereka berdua
dengan pukulan.
Kesokan
harinya kelima sahabat itu memulai aktifitas seperti biasa sekolah. Setelah
istirahat mereka bersepakat untuk ketemuan dikantin bakso sekolah.
“Mas
Bakso lima ya , yang dua ndak diberi sambal”kata andri.
“Beres
mas andri” kata penjual bakso
“Jay
mana ya kok belum dateng sih ? loe liat pada liat kagak? “tanya mila
“sweeeetttt!
ada yang kangen nie ?sahut gilang
“Nah
Tuh dia, woy jay sebelah sini !” teriak galang
“hay
temen-temen ? lama ya nungguin gua? Tanya jay
“gak
sih ? cuman ada yang kangen ama loe jay?goda gilang
“Bisa
diem gak loe gil ?” kata mila sambil marah
“eh
gue ada rencana nih temen-temen? Kita kan bentar lagi mau lulusan gimana kalo
kita bikin sesuatu yang berbeda dalam hidup kita “ kata jay
“mau
ngapain jay?” tanya mila
Diskusi
mereka diwarung bakso itu berlangsung seru mereka merencanakan banyak hal
mengenai rencana sebelum mereka meninggalkan sekolah atau lulus, mereka ingin
membuat sesuatu yang bisa membuat sekolah dan orang tua mereka bangga. Akhirnya
disepakati mereka akan mengadakan malam penggalangan dana besar-besaran untuk
disumbangkan kepada 20 panti asuhan yang tersebara dipenjuru kota. Acara itu
nantinya akan diisi oleh acara musik , bazar, dll.
Mereka
dijalan terus saja mendiskusikan recana besar itu hingga akhirnya mereka menuju
kerumah mereka masing-masing. Jay sampai dirumah mendengar suara yang tidak
biasa buatnya ternyata ayah dan ibunya sedang bertengkar karena ayah jay telah
menghamili wanita yang selama ini jadi selingkuhannya. Mendengar semua itu jay
sontak terkaget dan shock berat dia seolah tidak percaya kenapa tuhan kirimkan
cobaan begitu besar untuknya. Dia duduk disamping rumah sambil terus menutupi
telinganya karena tidak tahan mendengar kata- kata kasar yang keluar dari kedua
orang tuanya.
Sambil
berjalan gontai jay menuju kerumah andri untuk menumpng nginap semalam karena
jay tidak tahan harus mendengar kabar yang begitu berat menimpa keluarganya.
“assalamualaikum..tok
tok”sambil mengetuk pintu rumah andri
“Walaikumsalam..eh
kamu jay” ibunya andri menyapa jay
“maaf
bu, andri nya ada?” tanya jay
“iya
ada,,ndri kie ana jay ! tunggu bentar ya jay?” kata ibu jay
“woy
brow? Ada apa nie malam-malam kerumahku?”tanya andri
“Gue
tidur rumah loe ya malam ini, entar gue ceritain apa yang terjadi sama
gue?”Jawab jay.
“ya
oda masuk jay, sementara loe pake baju aku dulu ya? Agak kegedean mungkin jay
,hahaha”canda andri
“iya
gpp ndri, gua oda dikasih nginep sini juga oda seneng banget kok”Jawab jay.
Malam
itu menjadi malam yang terasa panjang buat Jay karena dia sudah berfikir akan seperti apa bentuk keluarganya yang
sudah tidak mungkin lagi diselamatkan. Ini mungkin salah ayah jay juga karena
ayah jay terkenal flamboyan dan playboy juga ketika muda karena ayah jay
berparas tampan sangat mirip sekali dengan jay. Yang membedakan jay hanya cara
keduanya bersikap.
Pagi
sudah menampakan sinarnya, nampaknya jam pun sudah menunjukan pukul 08.00 Wib
pagi. Hari minggu pagi yang cerah Jay mendengar seperti ada suara wanita
menangis diruang tamu keluarga andri, jaya sangat mengenal suara itu dan Jay
beranikan keluar dari kamar untuk menemui ibunya.
“Jay
,...” Panggil Ibu.
“iya
bu..” jawab jay.
“ayo
pulang nak, ibu bisa jelaskan semua ini nak?”bujuk ibu jay
“apa
yang bisa dijelaskan , sudah jelas-jelas keluarga kita akan hancur bu,,
Ibu
sadarkan? “tanya jay.
Ibu
jay hanya bisa menangis tidak bisa berkata apa-apa saat itu yang dirasakan ibu
jay adalah sakit yang mendalam karena dikhianati oleh suaminya dan disaat
bersamaan sang anak tidak bisa diajak bicara dengan tenang. Dengan bujukan dari
keluarga andri jay akhirnya mau ikut pulang dengan ibunya.
Lima
hari berlalu setelah kejadian itu jay seperti menutup diri dari lingkungan
sekitar termasuk dari keempat sahabatnya kegiatan jay hanya mengurung diri
didalam kamar dan tidak mau berangkat kesekolah karena yang jay rasakan
hidupnya sudah hancur dengan kejadian itu. Kemuadian Galang dan Gilang
berinisiatif untuk pergi kerumah jay.
“Jay
keluar loe, jangan kayak banci dong!” Teriak Galang dari depan rumah jay.
“Woy
Banci keluar loe sini biar gua telanjangi loe !” imbuh Gilang.
Mendengar
perkataan dari sahabatnya itu jay merasa terusik dia akhinya keluar dari
persembunyiannya membuka pintu dan langsung mengarahkan pukulan ke arah Galang
hingga galang tersungkur ketanah. Masih dengan pandangan sadis dia memandang
galang.
“Wuiiihhhh
hebat nie si banci oda berani mukul gua,,!” kata Galang sambil mengusap darah
yang keluar dari mulutnya akibat dipukul
jay.
“Woy
banci pukul gua juga sini,.. biar loe puas! dan ngelupain kelakuan bejat bapak
loe” Kata Gilang.
“Woy
bangsat itu bapak gua kalo ngomong yang bener!!!;teriak Jay.
“Sini
maju loe, “sambil gilang meletakan tasnya dan bersiap menerima pukulan dari
jay.
Keduanya
pun terlibat perkelahian serius hingga datanglah mila yang saat itu memang
bertujuan nyusul gilang dan galang kerumah jay.
“Woy
apa-apaan ini”teriak mila sambil menarik kaos jay.
“Biarin
aja mil, jay lagi mencoba jadi kita berdua yang selalu menyelesaikan masalah
menggunakan otot dari pada otak”kata Gilang.
“Loe
kenapa jadi kayak gini sih jay? Gua gak nyaka loe bisa kayak gini? Mana jay
yang gua kenal berfikir tenang yang selalu mengedepankan otak dari pada otot?
Kata Mila bersuara keras kepada jay.
“Kalian
gak tau apa yang gua rasain !!! kalian gak mengalaminya!! Kalian Cuma bisa
nyuruh gua tenang!!!!! “Teriak Jay kepada teman-temannya.
“hey
jay loe itu Cuma kehilangan orang yang gak penting dalam hidup loe, loe masih
punya orang-orang yang sayang sama loe , ada gua, galang, mila, dan andri,,,
yang lebih utama lagi loe masih punya ibu loe Bangsat!! Loe gak kasian liat dia
nangis terus!!!Kata Gilang.
Jay
terdiam memandang dari kejauhan ibunya yang menangis karena melihat tingkah jay
yang berubah 180 derajat. Dari anak baik sopan menjadi anak yang kasar dan
tidak segan membentak ibunya. Jay akhirnya bisa menerima keadaan yang telah
menimpanya dan mau mendengar masukan masukan dari teman-temannya. Malam itu
dirumah jay berubah menjadi penuh senyum dan tawa karena pada akhirnya jay
harus bangkit dan tidak bisa terus menerus larut yang sebetulnya itu bukan hal
yang bisa menghambat mimpinya.
(Bersambung...)