Nongkrong Berdasarkan genre seseorang
| Sumber foto : GOOGLE.CO.ID |
Tongkrongan tempat setiap orang melepas penat dan sering kali dilakukan bersama teman, pacar, keluarga dan orang asing yang gak jelas namun tiba-tiba kita kenal dan jadi sok akrab. pemandangan seperti itulah yang sering saya lihat dikota besar maupun kecil. Tokrongan biasanya juga menentukan kasta seseorang dari mana dia berasal apa pekerjaannya dan siapa dia sebenarnya.
berikut ini saya berikan masukan tongkrongan berdasarkan kemampuan finansial :
- Cafe : Tempat ini identik untuk kalangan anak muda dengan uang menengah keatas karena harga makannya yang diatas harga 10 ribu. cafe juga bisa dijadikan tempat untuk PDKT, Pacaran ataupun cari jodoh (kalo ada yang mau tetapi). oleh karena itu bagi kalian semua yang mau nongkrong di kafe siapkan uang 50 ribu minamal buat biaya beli rokok 12 ribu satu bungkus, Minuman coklat 13 ribu pake yang spesial belum sama sedotan, makanan ringan kentang 7500 satu porsi ( biasanya satu porsi cuma cukup buat makan satu anak bayi dibawah 5 tahun), uang parkir 2 ribu, jika ditotal semuanya bisa 34.500 bayangkan jika kita bersama pasangan dikali dua saja sendiri.
- Lampu merah : Tempat ini menjadi tongkrongan favorit buat para pengemis hal itu bisa kita lihat di setiap harinya (cek aja lampu merah gaess!). tempat ini favorit bagi mereka karena tempat ini merupakan ladang pencari uang. coba kaliin jika setiap hari lampu merah berhenti maka mereka bisa mendapatkan uang minimal 1000 jika lampu merah setiap hari berhenti selama 500 kali bisa diambil penghasilan bersih merka 500 ribu sehari kemudian jika itu dikali 1 bulan!!.
- Warung Doyong : Jenis ini biasanya sering kita jumpai di pinggir jalan itu bisa berupa KUCINGAN, WEDANG RONDE, DAN ASONGAN yang didoyong teyus teyus!! Kategori ini biasanya tongkronga abang tukang becak, kondektur, supir dan anak muda dengan modal mepet (seperti saya). tapi jangan salah? jenis ini sekarang sudah berkembang menjadi besar sehingga layang menjadi tongkrongan semua masyarakat!!
No comments:
Post a Comment